Berita
Tulungagung di Ambang Bencana Ekologis, Dugaan Tambang Ilegal Dibiarkan, Hukum Tak Bergigi!
Tulungagung,- Suara rakyat kembali menggema di jalanan Tulungagung. Aksi demonstrasi bertubi-tubi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk gerakan Pejuang Gayatri, menjadi tanda keras bahwa masyarakat sudah muak terhadap dugaan aktivitas penambangan ilegal yang terus terjadi pada hari Sabtu 11 Oktober 2025, tanpa penindakan tegas.

Dalam dua kali aksinya, massa menuntut pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar bertindak nyata terhadap para pelaku tambang ilegal yang diduga merusak alam dan meninggalkan luka besar di bumi Tulungagung. Namun hingga hari ini, pantauan langsung dari aktivis lingkungan menunjukkan belum ada langkah konkret dari pihak berwenang.
Di sejumlah titik, lubang-lubang bekas galian semakin dalam dan dibiarkan menganga tanpa proses reklamasi sedikit pun sebut saja Ananta salah satu korlap Pejuang Gayatri. Alam rusak, ekosistem terganggu, hidup dalam bayang-bayang bencana. Namun sayangnya, pemerintah daerah seakan menutup mata dan telinga, membiarkan kerusakan itu terus terjadi.

“Ini bukan lagi sekadar pelanggaran lingkungan, tapi pembiaran sistematis. Ketika alam hancur dan hukum diam, di mana letak keberpihakan pemerintah” ujar salah satu korlap Pejuang Gayatri saat pemantauan dilapangan langsung.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: Apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas? Apakah pemerintah harus menunggu korban jiwa terlebih dahulu baru bertindak?
Sementara itu, aktivitas tambang terus berjalan, meninggalkan jejak luka di tanah Tulungagung, tanah yang seharusnya dijaga, bukan digadaikan demi keuntungan segelintir pihak.
Tulungagung kini berada di ambang bencana ekologis. Dan jika pembiaran ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin rakyat akan kembali turun ke jalan, kali ini dengan tuntutan yang lebih keras dan tak terbendung sampai pemerintah pusat hingga MABES POLRI Jakarta.

Ananta juga menambahkan “Sampai kapan pemerintah Tulungagung menindak tegas padahal sangat jelas pemimpin daerah masih dan dipilih langsung rakyat namun apa yang terjadi dalam kepemimpinan tidak ada ketegasan berkaitan dugaan tambang ilegal, begitupun DPRD Tulungagung dengan tunjangan yang sangat besar namun pergerakannya terkesan leda lede dan juga aparatur hukum yang membidangi tergesan tidak bergigi sama sekali alias ompong, kami akan terus berjuang hingga melaporkan di Pemerintah Pusat maupun MABES POLRI Jakarta”. (Ok)
Berita
Cetak Kader Juleha Muda, PAC Ansor Kota Tulungagung & Santri Creative Hub Gelar Upgrading Juru Sembelih Syar’i
TULUNGAGUNG – Guna memastikan ketersediaan daging konsumsi yang halal dan sesuai syariat, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Kota Tulungagung berkolaborasi dengan Santri Creative Hub menggelar pelatihan bertajuk “Upgrading Juru Sembelih Syar’i”. Acara yang diikuti oleh 70 peserta ini berlangsung khidmat dengan memadukan pendalaman literatur kitab klasik dan praktik lapangan.
Kegiatan ini menghadirkan dua pakar yang mumpuni di bidangnya, yakni Dr. Syamsul Rifai, M.Pd. (Dosen UIN Satu Tulungagung sekaligus praktisi Juleha) dan Bpk. Khoirul Anam, S.Pd.I (Wasek PCNU Tulungagung & Praktisi Juleha). Kehadiran keduanya memberikan kombinasi perspektif akademis dan pengalaman teknis bagi para peserta.
Ketua PAC GP Ansor Kota Tulungagung, Sahabat Achmad Agiz Aziz, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, dijelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah memperkuat pemahaman kader mengenai fiqih penyembelihan melalui kajian literatur kitab kuning.
“Kami ingin peserta tidak hanya tahu secara teori, tapi benar-benar memahami teknik penyembelihan yang benar dan tepat. Itulah mengapa di pelatihan ini kita langsung praktik menyembelih kambing di lokasi agar siap diamalkan di masyarakat,” ujar Sahabat Agiz.
Lebih lanjut, berharap melalui upgrading ini akan lahir regenerasi kader muda yang ahli di bidang juru sembelih (Juleha). Mengingat kebutuhan akan juru sembelih profesional yang memahami aspek syar’i dan higienis sangat tinggi, terutama menjelang momentum besar keagamaan.
“Semoga acara ini memberikan tambahan khazanah keilmuan dan memberikan kemanfaatan yang luas bagi umat. Kami ingin memastikan masyarakat merasa tenang karena hewan kurban atau konsumsi harian disembelih oleh tangan-tangan yang kompeten,” pungkasnya.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik berlangsung. Dengan bimbingan para praktisi, 70 peserta yang didominasi pemuda ini belajar teknik memegang pisau, merebah hewan, hingga titik penyembelihan yang paling efektif sesuai standar syariat dan kesejahteraan hewan.
Penulis : Ok
Berita
Reuni dan Halal Bihalal Lingkungan Manunggal, Warga Moyoketen–Gedangsewu Eratkan Persaudaraan Lewat Tradisi Kupatan
Tulungagung,- Kebersamaan dan semangat persaudaraan terpancar dalam kegiatan Reuni dan Halal Bihalal Lingkungan Manunggal yang mempertemukan warga dari Desa Moyoketen hingga Desa Gedangsewu. Acara yang berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026 di BILKOP Brombong ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merajut kembali kebersamaan antarwarga.
Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi acara. Dengan penuh antusias, mereka hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas sederhana namun sarat makna. Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa, memperlihatkan kuatnya ikatan kekeluargaan di antara masyarakat kedua desa.

Kepala Desa Moyoketen, Hari Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang yang sangat penting untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan juga sarana untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antar sesama.
“Acara hari ini adalah Reuni dan Halal Bihalal. Kami berharap di hari yang suci ini seluruh keluarga besar dapat saling memaafkan dengan tulus, baik lahir maupun batin, sehingga kebersamaan yang terjalin semakin kuat,” ungkapnya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan. Warga tampak saling berbaur tanpa sekat, berbincang santai, serta mengenang kebersamaan di masa lalu. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong dan kekeluargaan masih terjaga dengan baik.

Gunawan selaku pengelola BILKOP Brombong juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh masyarakat.
“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran seluruh keluarga besar dari Desa Gedangsewu hingga Desa Moyoketen. Semoga kebersamaan ini terus terjaga ,” ujarnya.


Kemeriahan acara semakin terasa saat memasuki sesi ramah tamah yang dilanjutkan dengan tradisi kupatan. Warga bersama-sama menikmati hidangan khas lebaran seperti ketupat dan aneka lauk pauk dalam suasana santai dan penuh kebersamaan. Tradisi makan bersama ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur dan kebahagiaan setelah merayakan Hari Raya.
Melalui kegiatan ini, semangat “manunggal” atau persatuan benar-benar terwujud. Reuni dan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga silaturahmi dan keharmonisan antarwarga.
Acara pun ditutup dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan. Kebersamaan yang terjalin di BILKOP Brombong diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kebersamaan.
Penulis : Ok
Berita
Berbagi Berkah Ramadan, PSHT Santuni 50 Anak Yatim di Plosokandang Tulungagung
Tulungagung,- Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh puluhan anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan menggelar kegiatan santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Angkringan Lawe 3, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Senin sore (16/3) menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam kegiatan penuh kepedulian tersebut, panitia memberikan santunan kepada sekitar 50 anak yatim piatu yang berasal dari Desa Plosokandang dan wilayah sekitarnya. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain dihadiri para anggota PSHT, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Plosokandang, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang turut memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan sosial tersebut.
Momentum santunan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara anggota PSHT dengan masyarakat. Keakraban terlihat saat para anggota berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim yang hadir, menciptakan suasana kekeluargaan yang penuh makna.
Menariknya, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan hiburan orkes dangdut yang menghibur para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Kehadiran hiburan tersebut semakin menambah semarak acara tanpa mengurangi nilai sosial dan kebersamaan yang menjadi tujuan utama kegiatan.
Usai penyerahan santunan, seluruh peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat persaudaraan antara anggota PSHT, masyarakat, serta anak-anak yatim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia, Adinputra, menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari para anggota PSHT kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah. Semoga apa yang kami berikan dapat membantu dan membawa kebahagiaan bagi mereka,” ujarnya.
kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan peduli kepada sesama,” tambahnya.
Kegiatan santunan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut mendapatkan sambutan positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PSHT karena dinilai mampu memperkuat nilai kepedulian sosial serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi, kepedulian, dan persaudaraan di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, dapat terus terjaga dan semakin berkembang di masa yang akan datang.
Penulis : Ok
-
Berita7 bulan agoPembangunan Gorong-Gorong Tanpa Papan Informasi di Tulungagung, Proyek Misterius di Bawah Hidung Pemda, Di Mana Transparansinya.
-
Berita7 bulan agoHukum Dibungkam, Alam Menjerit: Dugaan Tambang Ilegal di Tulungagung Aliran Sungai Brantas Rejotangan Ngunut Dibiarkan Menggila, Aparat Tutup Mata
-
Berita9 bulan agoPara Kyai Tulungagung Sepakati Waskita Sebagai Wadah Shilaturrahim Pengasuh Pesantren
-
Jawa Timur1 tahun agoMahasiswa di Tulungagung Tuntut Ketranparansian Pemerintah Dalam Pembangunan
-
Berita1 tahun agoSurat Edaran Dianggap Merugikan Masyarakat Kecil, Yayasan Al Ghoibi Angkat Bicara
-
Jawa Timur1 tahun agoIsu Dugaan Pungli di Lingkungan Pendidikan Tulungagung, SY; Itu Fitnah
-
Berita12 bulan agoMenghidupkan Kecintaan Bonsai di Tengah Alam Tulungagung
-
Berita7 bulan agoWarga Gerebek Dugaan Perselingkuhan di Bolorejo, Suami Ditemukan Bersama Wanita Lain di Rumah Tertutup
